Archive for November, 2007

Rumah Prefabrikasi

Seharian browsing mendapatkan suatu yang baru, bagi saya, tentang rumah prefabrikasi (disingkat prefab) adalah rumah yang kontruksi pembangunannya cepat karena menggunakan modul hasil fabrikasi industri (pabrik).

Komponen-komponennya dibuat dan sebagian dipasang oleh pabrik (off site). Setelah semuanya siap, kemudian diangkut ke lokasi, disusun kembali dengan cepat, sehingga tinggal melengkapi utilitas (utility) serta pengerjaan akhir (finishing). Dengan demikian, beberapa manfaat seperti waktu konstruksi yang cepat, lingkungan pembangunan yang lebih bersih, dan biaya yang lebih murah, dapat diraih. Karena biasanya berdasar atas modul, maka keleluasaaan pemilihan disain pun menjadi terbatas pada apa yang telah tersedia. Ternayata ada juga pabrik untuk wilayah Indonesia http://www.jaindo-mi.co.id/. Klu ada yang kebingungan memikirkan biaya pembangunan rumah yang tinggi. Bisa dijadikan alternatif nih..

 Jadi tertarik untuk mengetahui lebih lanjut…

Comments (1)

Booting lebih Cepat Dengan Modus Hibernate Win XP

Saat awal menyalakan komputer sering kali terasa lama apalagi bagi komputer yang mempunyai spesifikasi rendah.Hal ini disebabkan karena saat pertama kali menyalakan komputer system Operasi akan memanggil program – program yang terinstal dalam Harddisk Sehingga cukup memakan Waktu.Untuk Itu saya akan membagikan Tips agar Booting Lebih Cepat.System Operasi Windows Xp menyediakan fitur Hibernate.Cara Mengaktifkannya?Ikuti Petunjuk Dibawah ini

Klick start – Control Panel

Setalah Masuk Jendela Control Panel Klick performence & Maintenance Setalah Itu anda akan memasuki Jendela Power Option Propertis          
Klick Tab Hibernate    
Setelah itu Berikan Tanda Centang Pada Kotak Enable Hibernation      
Klick Ok         
Cara Memakinya

Klick start – shut down

List Box pilih Hibernate klick OK

Selamat Mencoba

Leave a Comment

Manfaat Kangkung

Kangkung atau Ipomoea reptans terdiri dari dua varietas, yakni kangkung darat yang disebut kangkung cina dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada warna bunga. Kangkung air berbunga putih kemerah-merahan, sedangkan kangkung darat berbunga putih bersih. Perbedaan lainnya terletak pada bentuk daun dan batang. Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar dibandingkan kangkung darat. Warna batangnya juga bebeda. Kangkung air berbatang hijau, sedangkan kangkung darat berbatang putih kehijau-hijauan. Selain itu, kangkung darat lebih banyak bijinya daripada kangkung air. Itulah sebabnya kangkung darat diperbanyak lewat biji, sedangkan kangkung air diperbanyak dengan menggunakan stek pucuk batang.

Tanaman kangkung berasal dari India, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Indonesia, Cina Selatan, Australia, dan Afrika. Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat. Kangkung termasuk suku Convolvulaceae atau keluarga kangkung-kangkungan, merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih.

Kangkung memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Selain mengandung vitamin A, B1, dan C, kangkung juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, dan sitosterol.

Secara farmakologis, kangkung berperan sebagai antiracun (antitoksik), antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghentikan perdarahan (hemostatik), dan sedatif (obat tidur). Sebenarnya ada beberapa manfaat lain dari tanaman kangkung, yaitu:

  • Mengurangi haid
    Daun kangkung (kira-kira setengah kilogram) dicuci dan ditumbuk halus. Lalu tuangkan air setengah gelas. Kemudian saring dan tuangkan 1 sendok makan madu. Minum 1 kali sehari sekaligus.
  • Mimisan
    Seikat daun kangkung yang segar dicuci dan ditumbuk halus. Tambahkan sedikit gula dan seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, saring, minum 2 kali sehari.
  • Ambeien
    Segenggam akar kangkung dicuci dan direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, minum setengah gelas sebanyak 2 kali sehari.
  • Insomnia
    Daun kangkung sering dikonsumsi dalam bentuk tumis kangkung tanpa batang.
  • Sakit gigi
    Segenggam akar kangkung ditambahkan setengah sendok teh cuka, kemudian direbus dengan 1 gelas air. Gunakan air rebusannya sekaligus 1 kali sehari.
  • Melancarkan air seni
    Segenggam akar kangkung direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum air rebusannya sekaligus 1 kali sehari.
  • Menghilangkan ketombe
    Seikat daun kangkung direndam semalaman hingga airnya berwarna kebiruan. Lalu, keramas dengan air rendaman. Sebaiknya dilakukan setiap hari.
  • Sembelit dan mual pada ibu hamil
    Ibu hamil dianjurkan untuk sering mengonsumsi tumisan sayur kangkung.
  • Gusi bengkak
    200 gr akar kangkung dicuci bersih, lalu direbus dengan 200 cc air dan 200 cc cuka. Setelah hangat, air rebusan itu digunakan untuk kumur-kumur. Lakukan hal tersebut berulang-ulang.
  • Kapalan
    Bagian kulit yang menebal diolesi dengan getah kangkung dan lakukan setiap hari.
  • Kulit gatal karena eksim
    Daun kangkung segar dicuci, lalu direbus dengan air secukupnya sekitar 5 menit. Setelah hangat, pakai untuk mencuci bagian yang sakit. Lakukan setiap hari.

Comments (3)

Impian Butuh Perencanaan

Pernah nggak, sewaktu kecil ditanya sama orang “cita citamu nanti kalau sudah besar pingin jadi apa?”,..”jadi dokter, insinyur atau pingin seperti bapak?”. Mungkin bisa jadi semua orang pernah ditanya. Saat lidah ini berucap “ aku ingin jadi dokter”. Sepertinya itu hanya sepontanitas, tanpa ada perasaan apapun, apalagi perencanaan untuk menuju ke arah sana. Bisa jadi, kata itu muncul karena terpengaruh dengan temen-temen atau orang tua kita. Ya… maklum masih kecil. Belum bisa berfikir jauh.

Barangkali disaat kita sudah dewasa, sudah lupa dengan impian ketika masih kecil. Atau mungkin masih ingat, tapi sudah tidak relefan lagi dengan kondisi kita sekarang. Yang pasti, setiap orang harus punya cita-cita. Karena kalau tidak, hidup ini akan terasa hampa, dan tanpa tujuan yang jelas. Masing – masing orang sejatinya punya impian, walaupun masih terpendam dalam hati.. Tentu, hanya yang mempunyai azzam lah, yang InsyaAllah dapat mewujudkanya.

Bagaimana mewujudkan impian?

Mewujudkan impian bukanlah seperti memasak nasi di magic jar. Hanya masukin beras dan air, colokin ke listrik, tunggu sebentar langsung jadi nasi. Untuk mewujudkan impian, membutuhkan proses yang disertai dengan usaha, bukan menunggu yang diimpikan datang secara tiba-tiba, tanpa perjuangan. Kalau hati ini sudah ber azzam maka tawakkal ‘alallah. Asalkan impian yang ingin kita raih, hanya untuk mencari ridlo-Nya. Bagaimana mewujudkanya?, sebelumnya kita tentukan dulu, impian apa yang ingin diraih. Setelah itu, harus diketahui secara terperinci berkaitan dengan potensi diri atau kemampuan, perencanaan, waktu tempuh, evaluasi, dan selalu istiqomah. InsyaAllah kalau semua itu dilakukan, akan berhasil. Jangan lupa selalu semangati diri dengan “ kalau kita berfikir bisa InsyaAllah bisa”.

Pernahkah kita berfikir sesuatu yang diimpikan?, apakah sesuai dengan potensi diri dan kemampuan? Kalau sudah dirasa mampu untuk mencapainya, sudahkah ada perencanaan atau tahap-tahap dalam mencapainya?, berapa waktu yang diperlukan untuk mencapainya?, evaluasi setiap tiga bulan, atau perbulan, bahkan setiap pekan pernahkan dilakukan?. Dan yang tidak kalah penting nya adalah istiqomah, Tanpa istiqomah cita – cita apapun yang menurut kita itu adalah hal yang relatif mudah sekalipun. Dapat dipastikan akan berakhir dengan kegagalan.

Kalau seandainya kita ingin bisa menjadi penulis atau minimal bisa nulis, merangkai kata menjadi sebuah makna. Yang bisa memberikan pencerahan, mencerdaskan dan memberi pengaruh. Maka lakukanlah dari sekarang, tahapan untuk mewujudkan impian itu. Karna dengan menulis, akan memperpanjang umur intelektual. Kita tau Imam Syafi’i, beliau hidup berapa ratus taun yang lalu, tapi kenapa terasa dekat sekali dengan kita. Karna beliau mempunyai karya-karya yang hebat berupa buku (hasil dari menulis), yang sampai sekarang masih kita rasakan goresan tintanya. Kitab Al UMM salah satu karya Imam Syafi’i, rasanya baru kemaren kitab itu ditulis. Padahal sudah ratusan taun yang lalu, dipersembahkan oleh beliau.

Leave a Comment

Membentuk Sikap Wara’ dengan Ilmu

SUATU ketika datanglah seorang abid kepada Abu Bakar Shiddiq dengan membawa makanan. Orang itu kemudian menghidangkan makanan itu untuknya. Kebetulan, saat itu Abu Bakar sedang dalam kondisi lapar berat, karena di rumahnya tidak ada sedikit pun makanan. Saking laparnya, Abu Bakar langsung menyantap makanan tersebut tanpa menelitinya terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian ia menghentikan makannya dan memanggil si abid untuk menanyakan asal-usul makanan yang diberikan kepadanya.Dengan jujur abdi itu menceritakan bagaimana ia mendapatkan makanan tersebut. Setelah itu Abu Bakar berlari ke luar dan memuntahkan kembali makanan yang telah masuk ke kerongkongannya. Ia menganggap bahwa di dalam makanan itu terdapat unsur syubhat; sesuatu yang tidak jelas halal-haramnya.

Abid itu kemudian bertanya, “Apakah tuan lakukan semua ini karena hanya satu suapan saja?” Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, jika makanan ini tidak mau keluar melainkan dengan nafasku, niscaya akan aku keluarkan juga. Tidakkah engkau mendengar sabda Rasululah SAW bahwa setiap daging yang tumbuh dari sumber yang haram, maka api neraka lebih berhak baginya!”.
ABU BAKAR adalah seorang yang sangat hati-hati dalam hidupnya. Ia tidak pernah memakan sesuatu sebelum jelas kehalalannya. Dalam terminologi agama sikap semacam ini disebut dengan wara’.

Apa yang dimaksud wara? Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, “Sebagian ciri muslim yang baik adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya” (HR. Tirmidzi). Secara lebih spesifik, Ibrahim bin Adham mendefinisikan wara’ sebagai sikap meninggalkan semua syubhat dan meninggalkan hal-hal yang tidak berguna. Sedangkan Asy-Syibili mengartikan wara’ dengan menjauhkan diri dari segala sesuatu selain Allah SWT.

Pernyataan-pernyataan di atas memperlihatkan bahwa ukuran keislaman seseorang dapat dilihat dari kemampuannya untuk meninggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat, termasuk dalam hal makanan, pembicaraan, harta, pemikiran, dan semua prilaku yang mungkin dilakukan.

Pada dasarnya sikap wara’ adalah menahan diri dari segala sesuatu yang diharamkan, dan kemudian diperluas dengan menahan diri dari hal-hal yang subhat (belum jelas halal atau haramnya). Hal ini sesuai dengan salah satu makna taqwa itu sendiri yaitu berhati-hati.

BAGAIMANA caranya agar bisa bersikap wara? Caranya, kita harus berilmu. Kita tidak mungkin bersikap wara kalau kita tidak memiliki ilmu. Ilmu adalah kunci pertama dan utama yang akan membuka pintu kewaraan. Sebagai sebuah analogi, kita akan berhati-hati melewati jalan berduri, kalau kita tahu bahwa di jalan tersebut banyak duri. Tapi sebaliknya, bila kita tidak tahu bahwa di jalan itu banyak duri, maka kita akan seenak hati melewatinya tanpa menyadari adanya bahaya. Karena ilmu-lah seseorang bisa selamat dalam beragama.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata: “Tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari fitnah syubhat kecuali dengan ittiba’ kepada Rasulullah SAW semata. Berhukum kepadanya dalam perkara agama, baik yang kecil maupun yang besar, lahir maupun batin, aqidah maupun amaliah, hakikat maupun syariat.
Dari sana kita bisa melihat nilai strategis ilmu bagi seorang muslim. Karena itu tidak mengherankan kalau Islam memandang mulia orang yang berilmu. Lebih jauh Ibnul Qayyim mengatakan, “Pokok dari segala kebaikan adalah ilmu dan keadilan, sedangkan pokok dari segala kejahatan adalah kebodohan”.

Leave a Comment