Skip to content

Manjaga Umur Intelektual

Ridha Allah SWT Adalah Tujuan utama Hidupku

Pernah nggak, sewaktu kecil ditanya sama orang “cita citamu nanti kalau sudah besar pingin jadi apa?”,..”jadi dokter, insinyur atau pingin seperti bapak?”. Mungkin bisa jadi semua orang pernah ditanya. Saat lidah ini berucap “ aku ingin jadi dokter”. Sepertinya itu hanya sepontanitas, tanpa ada perasaan apapun, apalagi perencanaan untuk menuju ke arah sana. Bisa jadi, kata itu muncul karena terpengaruh dengan temen-temen atau orang tua kita. Ya… maklum masih kecil. Belum bisa berfikir jauh.

Barangkali disaat kita sudah dewasa, sudah lupa dengan impian ketika masih kecil. Atau mungkin masih ingat, tapi sudah tidak relefan lagi dengan kondisi kita sekarang. Yang pasti, setiap orang harus punya cita-cita. Karena kalau tidak, hidup ini akan terasa hampa, dan tanpa tujuan yang jelas. Masing – masing orang sejatinya punya impian, walaupun masih terpendam dalam hati.. Tentu, hanya yang mempunyai azzam lah, yang InsyaAllah dapat mewujudkanya.

Bagaimana mewujudkan impian?

Mewujudkan impian bukanlah seperti memasak nasi di magic jar. Hanya masukin beras dan air, colokin ke listrik, tunggu sebentar langsung jadi nasi. Untuk mewujudkan impian, membutuhkan proses yang disertai dengan usaha, bukan menunggu yang diimpikan datang secara tiba-tiba, tanpa perjuangan. Kalau hati ini sudah ber azzam maka tawakkal ‘alallah. Asalkan impian yang ingin kita raih, hanya untuk mencari ridlo-Nya. Bagaimana mewujudkanya?, sebelumnya kita tentukan dulu, impian apa yang ingin diraih. Setelah itu, harus diketahui secara terperinci berkaitan dengan potensi diri atau kemampuan, perencanaan, waktu tempuh, evaluasi, dan selalu istiqomah. InsyaAllah kalau semua itu dilakukan, akan berhasil. Jangan lupa selalu semangati diri dengan “ kalau kita berfikir bisa InsyaAllah bisa”.

Pernahkah kita berfikir sesuatu yang diimpikan?, apakah sesuai dengan potensi diri dan kemampuan? Kalau sudah dirasa mampu untuk mencapainya, sudahkah ada perencanaan atau tahap-tahap dalam mencapainya?, berapa waktu yang diperlukan untuk mencapainya?, evaluasi setiap tiga bulan, atau perbulan, bahkan setiap pekan pernahkan dilakukan?. Dan yang tidak kalah penting nya adalah istiqomah, Tanpa istiqomah cita – cita apapun yang menurut kita itu adalah hal yang relatif mudah sekalipun. Dapat dipastikan akan berakhir dengan kegagalan.

Kalau seandainya kita ingin bisa menjadi penulis atau minimal bisa nulis, merangkai kata menjadi sebuah makna. Yang bisa memberikan pencerahan, mencerdaskan dan memberi pengaruh. Maka lakukanlah dari sekarang, tahapan untuk mewujudkan impian itu. Karna dengan menulis, akan memperpanjang umur intelektual. Kita tau Imam Syafi’i, beliau hidup berapa ratus taun yang lalu, tapi kenapa terasa dekat sekali dengan kita. Karna beliau mempunyai karya-karya yang hebat berupa buku (hasil dari menulis), yang sampai sekarang masih kita rasakan goresan tintanya. Kitab Al UMM salah satu karya Imam Syafi’i, rasanya baru kemaren kitab itu ditulis. Padahal sudah ratusan taun yang lalu, dipersembahkan oleh beliau.

%d blogger menyukai ini: